Search

Cari Di Sini !

Sunday, October 30, 2011

BANDUL SEDERHANA

BANDUL SEDERHANA
I. LANDASAN TEORI
Contoh gerak osilasi (getaran) yang populer adalah gerak osilasi bandul (bandul). Bandul sederhana terdiri dari seutas tali ringan dan sebuah bola kecil (bola bandul) bermassa m yang digantungkan pada ujung tali, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam menganalisis gerakan bandul sederhana, gaya gesekan udara kita abaikan dan massa tali sangat kecil sehingga dapat diabaikan relatif terhadap bola.



Gambar di atas memperlihatkan bandul sederhana yang terdiri dari tali dengan panjang L dan bola bandul bermassa m. Gaya yang bekerja pada bola bandul adalah gaya berat (w = mg) dan gaya tegangan tali FT. Gaya berat memiliki komponen mg cos teta yang searah tali dan mg sin teta yang tegak lurus tali. Bandul berosilasi akibat adanya komponen gaya berat mg sin teta. Karena tidak ada gaya gesekan udara, maka bandul melakukan osilasi sepanjang busur lingkaran dengan besar amplitudo tetap sama.
Hubungan antara panjang busur x dengan sudut teta dinyatakan dengan persamaan :

(ingat bahwa sudut teta adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari-jari lingkaran (r) jika dinyatakan dalam satuan radian. Karena lintasan bandul berupa lingkaran maka kita menggunakan pendekatan ini untuk menentukan besar simpangannya. Jari-jari lingkaran pada kasus ini adalah panjang tali L)
Syarat sebuah benda melakukan Gerak Harmonik Sederhana adalah apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangannya… Apabila gaya pemulih sebanding dengan simpangan x atau sudut teta maka bandul melakukan Gerak Harmonik Sederhana.
Gaya pemulih yang bekerja pada bandul adalah -mg sin teta. Secara matematis ditulis :

Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya mempunyai arah yang berlawanan dengan simpangan sudut teta. Berdasarkan persamaan ini, tampak bahwa gaya pemulih sebanding dengan sin teta, bukan dengan teta. Karena gaya pemulih F berbanding lurus dengan sin teta bukan dengan teta, maka gerakan tersebut bukan merupakan Gerak Harmonik Sederhana. Alasannya jika sudut teta kecil, maka panjang busur x (x = L kali teta) hampir sama dengan panjang L sin teta (garis putus-putus pada arah horisontal). Dengan demikian untuk sudut yang kecil, lebih baik kita menggunakan pendekatan :



http://www.scribd.com/doc/50198204/Bab-2-Bandul-Sederhana

Komentar :

ada 2 comments ke “BANDUL SEDERHANA”
muhammad said...
pada hari 

hay

site said...
pada hari 

mana gambarnya bang????

Advertisement

Anda Pengunjung Ke :

Your IP Adreass


widgeo.net

COMMENTS

Viewers

free counters
 

Followers

Share

Bookmark and Share
This web created by Muhammad Anshory | School SMAN 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur